PENGERTIAN KORESPONDENSI
Pada masalah persuratan,
tentunya tidak asing mendengar kata korespondensi. Korespondensi diambil dari
Bahasa Inggris yang correspondence berarti dengan yang lain,
dan respondere berarti menjawab. Kata korespondensi memiliki
arti tersendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perihal
surat menyurat yang memiliki hubungan.
Secara garis besar,
korespondensi surat adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui pengiriman
surat dari satu pihak ke pihak lain. Hal ini juga dapat dikenal sebagai
pertukaran surat dengan tujuan untuk bertanya, menawarkan, atau menyampaikan
informasi penting.
Hubungan atau kesamaan yang ada
pada korespondensi ini dalam bentuk tertulis yang dilakukan oleh suatu
perusahaan dengan perusahaan lain dalam bentuk kerjasama yang dilakukan.
Kegiatan yang dilakukan pada pembuatan korespondensi dapat dilakukan oleh
perseorangan atau oleh perusahaan.
Korespondensi yang dilakukan
sering disebut dengan kegiatan surat menyurat. Pihak yang terkait dalam proses
surat menyurat disebut dengan koresponden.
Jenis-jenis surat korespondensi
Sama dengan jenis dari
persuratan yang ada pada perusahaan, korespondensi memiliki dua jenis yaitu
korespondensi eksternal dan korespondensi internal.
1.
Korespondensi internal
Korespondensi surat internal
adalah bentuk komunikasi tertulis yang terjadi di dalam sebuah perusahaan
antara para pegawai yang ada di dalam kantor atau ruang lingkup internal dari
perusahaan tersebut. Korespondensi internal umumnya melibatkan pertukaran
informasi, koordinasi kegiatan, dan penyampaian pesan yang relevan untuk
kegiatan internal perusahaan. Beberapa contoh korespondensi surat menyurat
internal meliputi:
·
Memo atau catatan internal: Digunakan untuk memberikan informasi penting atau
arahan khusus kepada anggota tim atau departemen tertentu.
·
Email internal: Untuk berkomunikasi dengan rekan kerja dalam
organisasi, menyampaikan laporan rutin, atau berkoordinasi tentang proyek atau
tugas tertentu.
·
Surat antar departemen: Untuk menyampaikan informasi, permintaan, atau
kerjasama antara departemen yang berbeda dalam perusahaan.
·
Laporan dan dokumen internal: Berisi analisis, evaluasi, atau informasi lain
yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan dan perencanaan bisnis.
Korespondensi internal berperan
penting dalam menjaga koordinasi dan efisiensi kerja di dalam suatu perusahaan
atau organisasi, untuk memastikan bahwa informasi dan arahan diteruskan ke
orang dan waktu yang tepat.
orespondensi internal adalah
hubungan surat menyurat yang dilakukan oleh pegawai-pegawai yang ada di dalam
kantor atau ruang lingkup internal dari perusahaan tersebut.
2.
Korespondensi eksternal
Korespondensi surat eksternal
adalah bentuk komunikasi tertulis yang terjadi antara perusahaan dengan
pihak-pihak di luar perusahaan, seperti pelanggan, mitra bisnis, pemasok, atau
masyarakat umum. Korespondensi eksternal digunakan untuk menjalin hubungan dengan
pihak luar, menawarkan produk atau layanan atau menanggapi permintaan atau
keluhan dari pihak eksternal. Beberapa contoh korespondensi surat menyurat
eksternal meliputi:
·
Surat penawaran dan pemesanan: Digunakan untuk mengajukan penawaran produk atau
layanan kepada calon pelanggan dan untuk menerima pesanan dari pelanggan.
·
Surat konfirmasi pesanan dan pengiriman: Untuk mengonfirmasi bahwa pesanan dari pelanggan
telah diterima dan akan segera dikirim.
·
Surat undangan: Digunakan untuk mengundang pelanggan atau mitra
bisnis untuk menghadiri acara atau pertemuan tertentu.
·
Surat balasan atau tanggapan: Untuk merespons permintaan, keluhan, atau
pertanyaan dari pelanggan atau pihak luar lainnya.
·
Surat izin dan perizinan: Digunakan untuk mengurus izin atau perizinan
tertentu dari pihak berwenang.
Korespondensi eksternal memiliki
peran penting dalam membangun citra dan reputasi sebuah perusahaan di mata
pihak eksternal. Kualitas dan profesionalisme korespondensi eksternal dapat
mempengaruhi persepsi dan hubungan perusahaan maupun pemilik bisnis dengan
pelanggan, mitra bisnis, dan pihak-pihak lainnya.
Macam-macam bentuk korespondensi, antara
lain;
1. Surat pribadi
Surat
pribadi adalah surat-surat yang ditulis oleh individu atau diri sendiri dan
dikirim kepada pihak lain yang sifannya kekeluargaan, sahabat dan lain
sebagainya. Biasanya surat pribadi berisi masalah keluarga, bertanya kabar,
peroalan kesehatan, dan lain-lain.
Surat
pribadi juga memiliki bagian yang berbeda dengan surat resmi, hal ini
dikarenakan penulisannya yang lebih santai dan tidak terikat dengan
aturan-aturan formal.
2. Surat dinas pribadi
Surat
dinas pribadi adalah salah satu jenis surat setengah resmi yang nantinya akan
dikirim seseorang atau pihak individu kepada instansi, lembaga, maupun
perusahaan-perusahaan.
3. Surat dinas swasta
Surat
dinas swasta adalah surat resmi yang dibuat dari instansi maupun perusahaan
bisnis dan ditujukan kepada karyawan, relasi, atau pelanggannya. Dalam bentuk
surat ini bisa berupa penawaran produk, penugasan dan lain sebaginya.
4. Surat niaga
Surat
niaga adalah surat yang didalamnya terkait dengan perdagangan dan dibuat oleh
perusahaan atau bisnis yang ditujukan kepada pelanggan tetapnya. Tujuan
dibuatnya surat ini antara lain yaitu peusahaan akan menawarkan produk-produk
baru, pemberian diskon dan lain sebagainya kepada para pelanggan.
5. Surat dinas pemerintah
Surat dinas
pemerintah adalah surat yang dibuat untuk kepentingan pekerjaan formal. Contoh
dari surat ini yaitu surat dari instansi dinas dan tugas kantor. Surat dinas
pemerintah juga memiliki fungsi yang sangat penting diantaranya untuk dokumen
yang sifatnya tertulis, sebagai arsip, bukti sejarah, surat keputusan dan lain
– lain.
Fungsi surat korespondensi
Surat korespondensi memiliki
fungsi masing-masing dalam pembuatannya, fungsi utamanya yaitu memiliki
hubungan yang erat dengan pihak internal atau pihak eksternal dari perusahaan
tersebut. Dengan adanya surat tersebut akan menjadikan hubungan kerjasama
antara perusahaan satu dengan yang lainnya menjadi lebih jelas dan terarah.
Hubungan kerjasama tersebut
dapat secara resmi dilihat atau dijelaskan pada surat korespondensi yang ada
pada perjanjian kerjasama. Dalam hal ini, perusahaan yang memiliki hubungan
korespondensi disebut dengan koresponden. Tentunya hungan ini dilakukan dua
arah yang melibatkan satu sama lain dan saling berhubungan.
Selain menunjukan suatu hubungan
keterkaitan, juga menghubungkan sebuah korelasi dimana surat yang ada akan
menunjukan dimana adanya perbedaan antara surat masuk dan surat keluar yang ada
pada suatu hubungan kerjasama.
Selain sebagai alat komunikasi,
surat tentunya memiliki berbagai fungsi dan tujuan dalam pembuatannya. Termasuk
dengan surat korespondensi yang pembuatannya memiliki isi pesan tertentu yang
dapat berisi sebagai penyampaian pesan, penolakan, perintah, ataupun
persetujuan dari pihak perusahaan satu dengan perusahaan lainnya.
Unsur-unsur pembuatan surat korespondensi
Unsur-unsur penting dalam
pembuatan surat korespondensi meliputi pengirim, penerima, isi pesan, dan media
pengiriman. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai masing-masing poin:
1. Pengirim
surat
Pengirim adalah pihak yang
mengirimkan surat korespondensi. Umumnya, identitas pengirim tercantum di
bagian atas surat dalam kop surat. Informasi yang perlu disertakan adalah nama
perusahaan atau organisasi, alamat lengkap, nomor telepon, alamat email, dan
logo perusahaan jika ada.
Pengirim merupakan pihak yang
bertanggung jawab atas pesan yang disampaikan dalam surat. Selain itu, untuk
memudahkan penerima dalam mengidentifikasi asal surat tersebut.
2. Penerima
surat
Penerima adalah pihak yang
ditujukan atau yang akan menerima surat korespondensi. Nama dan alamat lengkap
penerima harus dituliskan dengan jelas. Pastikan informasi penerima akurat dan
lengkap untuk memastikan surat sampai pada tujuan yang tepat.
3. Isi
pesan
Isi pesan merupakan inti dari
surat korespondensi. Bagian ini berisi informasi, pertanyaan, permintaan, atau
pesan lain yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan harus
ditulis dengan bahasa yang jelas, singkat, dan terstruktur agar mudah dipahami
oleh penerima. Sertakan perincian atau argumen yang relevan untuk memperkuat
pesan yang disampaikan.
4. Media
Pengiriman
Media pengiriman merujuk pada
cara atau sarana yang digunakan untuk mengirimkan surat korespondensi. Media
pengiriman bisa berupa pos, kurir, atau pengiriman surat elektronik (email).
Pemilihan media pengiriman harus disesuaikan dengan urgensi, keamanan, dan
efisiensi pengiriman surat.
Sebagai tambahan, beberapa unsur
lain yang juga penting dalam pembuatan surat korespondensi meliputi tanggal
surat, perihal atau subjek surat, lampiran atau dokumen tambahan, juga tanda
tangan dan nama pengirim.
Korespondensi surat harus
memiliki unsur-unsur pembuatan tersebut, agar surat yang dibuat dapat
tersampaikan dengan baik dan maksimal. Pada korespondensi juga memiliki jenis
korespondensi bisnis dimana jenis surat ini tidak dapat dipisahkan dari suatu
bentuk kerjasama pada perusahaan. Korespondensi bisnis ini juga menyampaikan
proses ekonomi yang terlibat di dalam suatu perusahaan tersebut.
Dampak kemajuan teknologi pada proses persuratan
Adanya bentuk kemajuan dewasa
ini juga mengubah segala sesuatu yang dilakukan secara konvensional dan manual
yang menggunakan cara sederhana berubah menjadi cara yang lebih modern dan
memanfaatkan teknologi. Salah satu contohnya adalah mengubah cara pembuatan
surat dengan sederhana dengan menggunakan cara modern.
Penggunaan cara tersebut adalah
dengan memanfaatkan teknologi, dimana teknologi tersebut dapat mengubah semua
sistem yang lama ke sistem baru dan tentunya dengan cara lebih singkat.
Penggunaan teknologi tersebut adalah pemanfaatan aplikasi atau alat pembantu
surat menyurat dengan tetap memperhatikan dengan fungsi surat dan tujuan
pembuatan surat.
Selain menggunakan aplikasi atau
alat surat menyurat, pada kemajuan teknologi saat ini perubahan sistem tersebut
dapat berganti menjadi penggunaan alat seperti telepon, telegram, email atau
faksimile. Namun akan lebih mudah dan efisien apabila proses persuratan yang
ada menggunakan kecanggihan teknologi berupa bentuk surat menyurat.

Komentar
Posting Komentar